KUDUS — Dua gelar juara diraih Arka Kayana Rizky dalam rentang waktu yang sama. Pada Juli 2026, siswa kelas VI SD 3 Purwosari Kudus itu keluar sebagai yang terbaik di Lomba Xiangqi Kapolresta Cup Pati Raya 2026. Sebelumnya, ia juga menempati posisi kedua dalam Liga Pelajar se-Karesidenan Kudus untuk kategori SD.
Arka mengaku tidak menyangka bisa meraih hasil tersebut. Pasalnya, ia baru serius menekuni xiangqi sejak duduk di kelas IV semester kedua atau sekitar satu tahun terakhir.
Awal Mula Tertarik pada Catur China
Ketertarikan Arka pada xiangqi berawal dari arahan orang tuanya. Awalnya, ia lebih menyukai catur konvensional. Namun, sang ayah dan ibu menilai xiangqi memiliki peluang lebih besar untuk dikembangkan sebagai cabang olahraga prestasi.
“Sekarang sudah jadi hobi. Awalnya agak malas. Lama-lama jadi suka dan sering latihan,” ujar Arka kepada Joglo Jateng.
Menurut Arka, daya tarik utama xiangqi terletak pada permainan yang menuntut kemampuan berpikir dan menyusun strategi. Hal ini yang membuatnya semakin betah berlatih, baik di klub maupun saat bertanding.
Evaluasi dari Pengalaman Bertanding Pertama
Pengalaman mengikuti kompetisi resmi sempat menjadi kejutan tersendiri bagi Arka. Dalam pertandingan antarkabupaten pertamanya, ia harus berhadapan dengan lawan yang belum pernah ditemuinya. Situasi ini jauh berbeda dengan latihan rutin bersama teman-teman di klub.
“Kalau lawan teman biasanya lebih pelan-pelan. Kalau lomba harus lebih siap,” katanya.
Dari pengalaman tersebut, Arka menyadari bahwa pertandingan resmi menuntut konsentrasi, ketenangan, dan strategi yang berbeda. Ia pun menjadikan setiap laga sebagai bahan evaluasi untuk terus meningkatkan kemampuannya.
Dukungan Orang Tua dan Target ke Depan
Perjalanan Arka tidak lepas dari peran orang tua. Ayahnya, Arif Nur Anggoro, dan ibunya, Kade Ayu Dwi Urianti, secara konsisten mendorong Arka untuk mengikuti latihan dan berbagai perlombaan.
Arka mengaku senang mendapat dukungan penuh dari keluarganya. Baginya, mengikuti kejuaraan bukan semata-mata mengejar gelar juara, melainkan juga kesempatan menambah pengalaman dan mengasah kemampuan bertanding.
Setelah lulus dari SD 3 Purwosari Kudus, Arka berencana melanjutkan pendidikan ke SMP Negeri 1 Kudus. Ia juga bertekad untuk terus mengikuti turnamen xiangqi dan mengembangkan kemampuannya di tingkat yang lebih tinggi.
Dengan usia yang masih belia dan pengalaman bertanding sekitar satu tahun, Arka optimistis dapat meraih prestasi lebih banyak lagi di masa mendatang.