Pencarian

Pemprov Jateng Buka Kerja Sama Pendidikan Tinggi dengan Malaysia, 300 ASN Ikut Seminar di Semarang

Sabtu, 10 Oktober 2026 • 10:41:01 WIB
Pemprov Jateng Buka Kerja Sama Pendidikan Tinggi dengan Malaysia, 300 ASN Ikut Seminar di Semarang
Sekretaris Dinas Pendidikan Jateng Sunarto berbicara dalam Seminar Strategik dan Pameran Pendidikan Tinggi Malaysia 2026 di Wisma Perdamaian, Semarang.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membuka peluang kerja sama pendidikan tinggi dengan Malaysia, mencakup akses kuliah bagi siswa SMA-SMK hingga pengembangan pendidikan vokasional. Peluang itu dibahas dalam Seminar Strategik dan Pameran Pendidikan Tinggi Malaysia 2026 di Wisma Perdamaian, Kota Semarang, yang melibatkan hampir 300 ASN lingkup Pemprov Jateng. Sekretaris Dinas Pendidikan Jateng Sunarto menyebut perguruan tinggi Malaysia terbuka bagi pelajar Indonesia, termasuk ASN yang ingin melanjutkan S2 dan S3.

SEMARANG — Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Jateng Sunarto menyatakan perguruan tinggi Malaysia membuka pintu bagi siswa Indonesia. Menurut dia, hal itu tergambar dari kehadiran langsung sekitar 10 institusi pendidikan tinggi Malaysia dalam seminar tersebut.

Sunarto menuturkan, selain pelajar umum, ASN di lingkungan Pemprov Jateng juga berpeluang melanjutkan studi ke jenjang S2 dan S3 di Malaysia. "Ini memberikan gambaran kepada kita, bagaimana perguruan tinggi-perguruan tinggi yang ada di Malaysia open untuk siswa-siswa dari Indonesia," kata Sunarto di Semarang, Kamis.

Pendidikan Vokasional Jadi Fokus Pengembangan

Salah satu bidang yang dinilai paling menjanjikan adalah pendidikan vokasional. Siswa SMA dan SMK di Jateng bisa menggali informasi soal politeknik Malaysia untuk mengasah keterampilan.

Seminar di Wisma Perdamaian itu diikuti hampir 300 ASN Pemprov Jateng. Pesertanya mencakup kepala sekolah SMA dan SMK, perangkat daerah bidang kesejahteraan rakyat dan pengentasan kemiskinan, serta Badan Kepegawaian Daerah.

Mereka hadir untuk meninjau peluang kerja sama yang bisa ditindaklanjuti. Sekitar 10 institusi pendidikan tinggi Malaysia tampil langsung, ditambah sejumlah agen pendidikan.

Malaysia Tawarkan Kepakaran, Bukan Sekadar Penerimaan Mahasiswa

Menteri Kedutaan (Pendidikan) merangkap Pengarah Education Malaysia Indonesia Hasnul Faizal Hushin Amri menyebut kegiatan itu bagian dari upaya Malaysia memperluas kerja sama dengan Pemprov Jateng. Malaysia tidak hanya membawa perguruan tinggi untuk menawarkan program S1, S2, dan S3.

"Bukan hanya produk-produk pendidikan, tapi juga bagaimana kepakaran ini juga boleh dimanfaatkan secara bersama oleh masyarakat di Jawa Tengah itu sendiri," katanya.

Hasnul berharap kerja sama tidak berhenti pada penerimaan mahasiswa. Ia menyebut potensi pengembangan mencakup pendidikan, pelatihan, mobilitas, program KKN internasional, hingga edutourism.

11.450 Pelajar Indonesia Tercatat Kuliah di Malaysia

Mahasiswa Indonesia menjadi salah satu kelompok pelajar asing terbesar di Malaysia. Saat ini sekitar 11.450 pelajar Indonesia tercatat menempuh pendidikan di sana.

"Sejumlah faktor menjadi alasan mahasiswa Indonesia memilih Malaysia, antara lain pengakuan akreditasi, keterjangkauan, serta kedekatan geografis. Dari Semarang, misalnya, perjalanan udara menuju Malaysia dapat ditempuh sekitar dua jam," kata Hasnul.

Semarang dipilih sebagai lokasi program awal karena Jateng dinilai punya potensi ekonomi dan kemampuan yang mendukung pengembangan kerja sama. Delapan perguruan tinggi Malaysia, baik swasta maupun negeri, hadir bersama sejumlah agen pendidikan.

Follow www.semarang24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kl.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks