SEMARANG — Amin Sutadi menyatakan telah berkomunikasi dengan atasannya di kepolisian sebelum mendaftar. Ia menjabat sebagai Panit Opsnal Reskrim Polsek Sidomukti dan menegaskan seluruh prosedur pencalonan dilakukan sesuai ketentuan.
Sebagai putra asli Desa Sraten, pria berusia 51 tahun itu menyebut pengabdiannya kali ini berbeda dari tugasnya sebagai anggota Polri. "Sama-sama mengayomi dan melayani masyarakat, kali ini mencoba mengabdi di bidang pemerintahan desa," katanya di Desa Sraten, Kecamatan Tuntang, Jumat, 9 Oktober 2026.
Rencana Pensiun Dini Berubah Jadi Cuti dari Kepolisian
Amin Sutadi semula mempertimbangkan mengajukan pensiun dini dari kepolisian. Namun, ia mendapat saran agar tetap bertahan di korps Bhayangkara.
"Oleh karena itu, sebagai anggota Polri saya mengikuti mekanisme cuti sesuai dengan ketentuan yang selama ini berlaku di lingkungan satuan kepolisian," ucapnya.
Langkah itu diambil agar proses pencalonan dan kontestasi Pilkades serentak pada 14 Desember 2026 tetap berjalan sesuai aturan kelembagaan.
13 dari 16 Desa di Kecamatan Tuntang Gelar Pilkades Serentak
Camat Tuntang, Dhani Ardianto, menyebut pelaksanaan pilkades serentak Kabupaten Semarang tahun 2026 di wilayahnya melibatkan 13 desa. "Dari 16 desa, sebanyak 13 di antaranya akan menggelar pilkades serentak di tahun tahun 2026," katanya.
Desa Sraten menjadi salah satu desa yang menggelar pemilihan, dengan Amin Sutadi tercatat sebagai bakal calon yang mendaftar.
Jejak Kakak Tiga Periode Jadi Alasan Maju
Kakak kandung Amin Sutadi sebelumnya memimpin Desa Sraten, Kecamatan Tuntang, selama tiga periode. Amin Sutadi menyatakan ingin meneruskan jejak tersebut di bidang pemerintahan desa.
Dorongan warga dan keluarga disebut menjadi alasan utama kesiapannya bertarung pada Pilkades 2026.