Pencarian

Uji Coba MBG Prasmanan di SMPN 2 Karanganyar Pekalongan, Siswa Pilih Sistem Ini Ketimbang Ompreng

Jumat, 09 Oktober 2026 • 13:46:02 WIB
Uji Coba MBG Prasmanan di SMPN 2 Karanganyar Pekalongan, Siswa Pilih Sistem Ini Ketimbang Ompreng
Siswa SMPN 2 Karanganyar mengambil makanan dalam uji coba MBG sistem prasmanan.

PEKALONGAN — Mitra Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Pekalongan, Andung Supriyagi, mengatakan pelaksanaan uji coba mengikuti arahan langsung BGN. SMP Negeri 2 Karanganyar menjadi satu-satunya sekolah yang ditunjuk dalam piloting MBG prasmanan di wilayah tersebut.

"Kalau kesiapan, yang jelas selama BGN meminta dan memerintahkan kami untuk melaksanakan program ini, ya kami pasti siap," kata Andung, Kamis, 8 Oktober 2026.

Mengapa Siswa Lebih Suka Prasmanan?

Andung menyebut ada dua alasan utama siswa menyukai sistem prasmanan. Pertama, makanan bisa disantap dalam kondisi masih hangat. Kedua, porsi dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing siswa.

"Yang kedua, respons anak. Sejauh ini memang lebih menyukai yang prasmanan. Karena mungkin masih hangat, terus kemudian porsinya bisa disesuaikan," ujarnya.

Selain soal selera, sistem prasmanan diharapkan meminimalkan risiko kejadian luar biasa (KLB) seperti keracunan. Penyajian yang lebih terbuka dan langsung dari wadah panas dinilai lebih aman dibanding makanan yang sudah dikemas lama di ompreng.

Evaluasi Sepekan Sebelum Laporan ke BGN

Evaluasi pelaksanaan MBG prasmanan, termasuk kendala yang ditemukan, akan dilakukan hingga pekan berikutnya. Hasilnya kemudian dilaporkan kepada BGN sebagai bahan keputusan.

"Kemudian setelah nanti kita laporkan ke BGN, BGN memutuskan apakah mau seperti ini atau kembali ke metode lama, itu kami kembalikan lagi ke BGN," kata Andung.

Artinya, kelanjutan sistem prasmanan di Kabupaten Pekalongan sepenuhnya bergantung pada keputusan BGN setelah menerima laporan evaluasi dari mitra daerah.

Disdikbud: Antusiasme Siswa Lebih Tinggi dari Ompreng

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan, Kholid, menilai pelaksanaan MBG prasmanan mendapat respons positif dari siswa. Ia menyaksikan langsung proses pengambilan makanan di sekolah tersebut.

"Jadi dengan adanya MBG prasmanan ini, luar biasa, artinya luar biasa itu, betul-betul anak-anak, kita juga melihat sendiri ya, mengambil menu MBG masih hangat, masih fresh," kata Kholid.

Kholid menyebut partisipasi siswa tinggi dan makanan yang disediakan hampir seluruhnya habis. Ia berharap sistem serupa dapat diterapkan di sekolah lain dengan koordinasi yang baik antara satuan pendidikan dan SPPG.

"Saya melihat sendiri tadi ya, itu antusiasnya lebih-lebih daripada yang menggunakan ompreng," ujarnya.

Menu Masih Hangat Saat Dicoba Langsung

Kholid turut mencoba menu MBG yang disajikan. Menurutnya, makanan mulai dari nasi, sayur, hingga telur masih dalam kondisi hangat saat disantap.

"Lalu tadi kami mencoba menu makanannya. Kita pegang hangat semua, dari nasinya, dari sayurnya, dari telurnya. Rasanya sudah seperti kita makan di orang tua memasak atau yang ada di rumah makan," katanya.

Respons serupa datang dari salah seorang siswa. Saat ditanya perbandingan makan menggunakan ompreng dan prasmanan, siswa tersebut memilih sistem prasmanan.

"Lebih enak yang prasmanan," katanya.

Uji coba MBG prasmanan di SMP Negeri 2 Karanganyar masih berjalan hingga sepekan ke depan. Hasil evaluasi mitra BGN Kabupaten Pekalongan akan menentukan apakah model penyajian ini diperluas atau dihentikan.

Follow www.semarang24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: beritajateng.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks