Pencarian

BPBD Banjarnegara Salurkan Hampir 11 Juta Liter Air Bersih ke 60 Desa di 15 Kecamatan Terdampak Kekeringan

Kamis, 08 Oktober 2026 • 11:16:01 WIB
BPBD Banjarnegara Salurkan Hampir 11 Juta Liter Air Bersih ke 60 Desa di 15 Kecamatan Terdampak Kekeringan
Petugas BPBD Banjarnegara menyalurkan air bersih ke desa terdampak kekeringan.

BANJARNEGARA — Kepala Pelaksana BPBD Banjarnegara Aji Piluroso menyatakan penyaluran air bersih terus dilakukan selama kekeringan belum sepenuhnya berakhir. Sebagian wilayah sudah mulai diguyur hujan, tetapi distribusinya belum merata sehingga warga di sejumlah desa masih bergantung pada pasokan tangki.

Data BPBD mencatat 60 desa di 15 kecamatan masuk kategori terdampak. Titik krisis air bersih tersebar di lebih dari 200 lokasi, mulai dari permukiman padat hingga dusun di lereng perbukitan.

“Total semua sampai saat ini se-Banjarnegara sudah hampir 11 juta liter air yang sudah disalurkan kepada masyarakat yang terdampak,” ungkap Aji dalam kegiatan Gladi Kesiapsiagaan Bencana 2026 di Lapangan Tembak Letda Makhlani, Desa Kebutuhjurang, Kecamatan Pagedongan, Senin (5/10/2026).

Pagedongan Jadi Wilayah Paling Intensif Disuplai Air

Kecamatan Pagedongan menerima kiriman air bersih paling rutin. BPBD mengerahkan sekitar 1.000 tangki secara berkala selama empat hingga enam bulan terakhir untuk memenuhi kebutuhan warga di kawasan itu.

Pada pelaksanaan Gladi Kesiapsiagaan Bencana 2026, penyaluran difokuskan ke 10 desa di Pagedongan. Desa Kebutuhjurang dan Kebutuhduwur termasuk di antara penerima.

“Hari ini kita dropping air bersih di 10 desa, antara lain di Kebutuhjurang, Kebutuhduwur dan beberapa desa sekitarnya di wilayah Kecamatan Pagedongan yang terdampak dan kesulitan air bersih saat musim kekeringan ini,” pungkas Aji.

Salat Istisqa dan Apel Siaga Warnai Gladi Kesiapsiagaan

Kegiatan yang digelar Pemerintah Kabupaten Banjarnegara itu diisi apel siaga, salat Istisqa, dan penyaluran air bersih bagi warga. Salat Istisqa dilakukan sebagai ikhtiar spiritual memohon hujan segera turun.

Wakil Bupati Banjarnegara Wakhid Jumali menegaskan penanggulangan kekeringan butuh kerja menyeluruh yang melibatkan pemerintah, relawan, dan elemen masyarakat. Langkah taktis di lapangan dibarengi ikhtiar spiritual.

“Tentu ikhtiar fisiknya kita maksimalkan, mitigasinya dan juga yang tidak kalah penting kita memohon kepada Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa, mudah-mudahan hujan segera turun dan kekeringan segera berakhir,” ujarnya.

Waspada Banjir dan Longsor Saat Musim Hujan Tiba

Wakhid menyebut hujan sudah mulai turun di sejumlah daerah, namun belum merata. Warga di wilayah terdampak masih membutuhkan pasokan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Ia mengingatkan seluruh pemangku kepentingan hingga tingkat desa dan RT/RW tetap siaga menghadapi potensi bencana saat musim hujan tiba, termasuk banjir dan longsor.

“Istilahnya shoyyiban nafi’an, kita memohon hujan yang lebat tapi bermanfaat, tidak ada ekses-ekses lain. Jangan sampai ada banjir, jangan sampai ada longsor yang terjadi. Namun kita juga harus tetap siap siaga,” imbuhnya.

Follow www.semarang24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: lingkar.news

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks