BATANG — Lantunan sholawat memenuhi Gedung Guru Kabupaten Batang saat ratusan pelajar dari berbagai SMP dan MTs berkumpul dalam kegiatan Pelajar Bersholawat. Acara yang digelar Polresta Batang ini menghadirkan Kapolresta Kombespol Warsono bersama Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Batang, pengurus Persatuan Guru SMP se-Kabupaten Batang, dan perwakilan Forkopimda.
Kegiatan berlangsung pada Jumat, 2 Oktober 2026. Selain diisi lantunan sholawat bersama, acara ini menjadi ruang bagi Polresta Batang untuk menanamkan nilai keagamaan dan membangun karakter pelajar sejak dini.
Kapolresta: Nilai Akademik Bukan Satu-satunya Ukuran Pelajar Hebat
Warsono menyampaikan bahwa kecintaan kepada Rasulullah SAW perlu ditanamkan sejak usia pelajar. Menurutnya, kecintaan itu tidak berhenti pada lantunan sholawat, tetapi harus diwujudkan lewat sikap dan perilaku sehari-hari.
Ia menilai keteladanan Rasulullah SAW bisa menjadi landasan bagi pelajar dalam membangun karakter, menjaga pergaulan, dan menghadapi tantangan ke depan. Ukuran pelajar hebat, kata dia, tidak semata-mata dilihat dari nilai akademik atau prestasi di sekolah.
"Prestasi dan ilmu pengetahuan harus berjalan seiring dengan karakter serta budi pekerti. Sebab, ilmu yang tinggi akan semakin bermakna apabila digunakan dengan sikap yang baik dan dilandasi akhlak mulia," jelas Warsono.
Ilmu Pengetahuan Perlu Dibarengi Moral dan Budi Pekerti
Polresta Batang menilai pelajar menghadapi tantangan yang tidak cukup dijawab hanya dengan kemampuan akademik. Pengetahuan perlu berjalan beriringan dengan nilai moral, keagamaan, dan budi pekerti.
Karena itu, kegiatan Pelajar Bersholawat diarahkan tidak hanya untuk membangun prestasi akademik, tetapi juga membentuk akhlak dan kepribadian yang baik. Warsono mengingatkan bahwa pelajar yang hebat adalah mereka yang mampu menggabungkan kecerdasan dengan akhlak yang baik.
Harapan: Pelajar Jadi Teladan di Sekolah, Keluarga, dan Masyarakat
Melalui kegiatan ini, Polresta Batang berharap tumbuh generasi muda yang memiliki kecintaan kepada Rasulullah SAW, semangat menuntut ilmu, serta pantang menyerah dalam mengejar cita-cita.
Para pelajar juga diharapkan mampu menjadi teladan, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat. Dari lantunan sholawat, ditanamkan kecintaan kepada Rasulullah; dari semangat belajar, dibangun masa depan; dan dari akhlak yang mulia, diharapkan lahir generasi hebat yang kelak menjadi penerus bangsa.