SLAWI — Kobaran api muncul pertama kali dari hamparan rumput dan alang-alang yang mengering di lahan kosong sebelah hotel. Asap pekat membumbung tinggi sejak sekitar pukul 17.15 WIB, memicu kepanikan warga dan tamu penginapan karena posisi titik api berdempetan langsung dengan area bangunan.
Laporan insiden datang bukan lewat telepon, melainkan dari warga setempat yang mendatangi Pos Damkar Slawi secara langsung. Personel yang menerima laporan itu langsung meluncur ke lokasi dan tiba sekitar pukul 17.25 WIB, hanya sepuluh menit setelah api pertama terlihat.
Petugas Fokus Isolasi Api Sebelum Merambat ke Bangunan
Mengingat jarak vegetasi yang terbakar sangat dekat dengan struktur hotel, tim Damkar tidak langsung menyerang pusat kobaran. Prioritas pertama adalah memutus jalur perambatan api menuju bangunan.
Kasi Pemadaman dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Tegal, Nawawi, membenarkan langkah yang diambil jajarannya di lapangan. Kepala Satpol PP Kabupaten Tegal Agus Sukoco turut memastikan kesiapan personel dalam penanganan insiden tersebut.
"Petugas segera melakukan tindakan pemadaman dan pengendalian api untuk mencegah api meluas ke area di sekitarnya dan hotel," kata Nawawi dalam keterangannya.
Upaya pelokalan api membuahkan hasil. Sekitar satu jam setelah laporan masuk, pemadaman dinyatakan selesai dan tidak ada bagian bangunan Hotel Permata Inn yang tersentuh api.
Pembakaran Sampah Diduga Jadi Pemicu
Kesaksian sejumlah warga di lokasi menyebut kobaran api bermula dari kegiatan pembakaran sampah. Percikan api dengan cepat menyambar hamparan rumput dan alang-alang kering di sekitarnya.
Kondisi vegetasi yang mengering mempercepat api membesar. Lahan kosong di samping hotel itu dipenuhi alang-alang yang mudah terbakar, sehingga kobaran menyebar dalam hitungan menit sebelum petugas tiba.
Hingga pemadaman usai, tidak dilaporkan adanya korban jiwa maupun kerugian material pada bangunan penginapan. Situasi di sekitar lokasi dinyatakan kembali aman dan kondusif.