SEMARANG — Imbauan itu terutama ditujukan bagi petani yang mengandalkan sawah tadah hujan. Sumber air bagi tanaman mereka sepenuhnya bergantung pada curah hujan, sehingga satu kali hujan tidak bisa dijadikan penanda bahwa musim hujan telah benar-benar tiba.
Goeroeh menjelaskan bahwa pada masa peralihan, hujan masih dapat turun secara sporadis sebelum polanya menjadi lebih konsisten. Kondisi ini berbeda dengan lahan yang memiliki irigasi teknis atau sumber air lain yang lebih terjamin.
Mengapa Satu Kali Hujan Tidak Bisa Jadi Patokan?
Dalam bahasa publik, fenomena ini dikenal sebagai hujan tipuan atau dalam bahasa Jawa disebut hujan salah mangsa. Petani yang mengandalkan tadah hujan perlu lebih berhati-hati karena risiko gagal tanam lebih besar jika memulai terlalu dini.
"Di dalam bahasa publik itu ada hujan tipuan, atau dalam bahasa Jawa hujan salah mangsa," ungkap Goeroeh.
"Kalau ada irigasi teknis, ada air, mungkin sudah bisa melakukannya. Tapi yang kami sampaikan ini adalah petani-petani yang menggunakan air dengan tadah hujan," jelasnya.
Daftar Wilayah Jateng dan Perkiraan Awal Musim Hujan
Berdasarkan data Stasiun Klimatologi Jawa Tengah, awal musim hujan datang tidak serentak. Berikut perkiraan waktu masuknya musim hujan di sejumlah wilayah:
- Banjarnegara dan Wonosobo — sekitar awal November (paling awal)
- Sebagian besar wilayah lain — akhir November hingga awal Desember
- Rembang, Pati bagian utara, dan Jepara — lebih lambat dari wilayah umumnya
- Wonogiri bagian selatan — sekitar pertengahan Desember (paling akhir)
"Jadi meskipun Jawa Tengah itu satu wilayah, ada variasi datangnya awal musim hujan yang berbeda-beda," ujar Goeroeh, Kamis (1/10/2026).
El Nino dan Dampaknya pada Kemarau 2026
Keterlambatan awal musim hujan dipengaruhi fenomena iklim global. Jawa Tengah hingga kini masih berada dalam periode kemarau, dan kemarau tahun 2026 berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
El Nino sempat berada pada intensitas kuat hingga sedang, kemudian melemah, tetapi pengaruhnya masih terasa hingga awal tahun ini. "Karena kemarau tahun 2026 ini ada fenomena global yang mempengaruhi, salah satunya adalah El Nino," kata Goeroeh.
Meski awal musim hujan terlambat, Goeroeh menegaskan hal itu tidak berarti musim hujan akan berlangsung lebih lama. Secara umum, musim hujan tahun ini diperkirakan bersifat normal, hanya waktu kedatangannya yang tertunda.
Puncak Musim Hujan Tidak Serentak, Waspadai Banjir dan Longsor
Puncak musim hujan juga diperkirakan berbeda antarwilayah. Sebagian daerah mencapai puncaknya pada Januari, sedangkan wilayah lain baru mengalaminya pada Februari hingga Maret.
Peningkatan curah hujan pada periode tersebut perlu diwaspadai karena dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor. Masyarakat diminta terus mengikuti informasi cuaca dan iklim terbaru dari BMKG sebelum menentukan aktivitas yang berkaitan dengan musim.
Bagi petani tadah hujan, informasi awal musim hujan menjadi acuan penting dalam menentukan waktu penyemaian dan penanaman. "Khusus petani tadah hujan, informasi awal musim hujan menjadi penting untuk menentukan waktu penyemaian dan penanaman, agar tidak terjebak hujan yang hanya bersifat sementara," tutup Goeroeh.