SEMARANG — Dari total 4,06 juta UMKM di Jawa Tengah, sebanyak 97,95 persen di antaranya merupakan usaha mikro. Banyak produk yang dihasilkan berupa olahan pangan khas masing-masing daerah. Kondisi itu mendorong Pemprov Jateng memperkuat pendampingan agar produk lokal punya daya saing lebih tinggi.
Luthfi menilai bahan pangan lokal perlu diolah menjadi produk yang memiliki kualitas, citra, legalitas, sertifikasi, dan akses pasar yang kuat. Menurutnya, langkah itu mampu menumbuhkan ekonomi daerah.
"Pangan lokal tidak hanya berbicara tentang produksi, tetapi juga bagaimana bahan baku yang ada di daerah dapat diolah menjadi produk bernilai tinggi, menciptakan peluang usaha, dan membuka pasar yang lebih luas," kata Luthfi.
Pelatihan hingga Kredit Bunga Rendah untuk UMKM Jateng
Pemprov Jateng memberikan dukungan melalui pendampingan dan pembinaan UMKM. Bank Jateng juga menyalurkan kredit dengan suku bunga rendah agar pelaku usaha dapat berkembang dan naik kelas.
Luthfi menyebut keterlibatan stakeholder atau instansi lain tak kalah penting. Event Lumbung Karya Indonesia, misalnya, telah mengkurasi serta memberikan pembinaan kepada para pelaku UMKM.
"Saya mengapresiasi Lumbung Karya Indonesia. Kalau bisa event seperti ini bisa dilakukan setiap bulan," ujarnya.
Lima UMKM Raih Penghargaan di Lumbung Karya Indonesia
Dalam acara tersebut diberikan penghargaan untuk lima kategori. Best Local Roots Innovation diraih Tococo Indonesia; Best Innovation & Transformation diterima Nirbaya Mocaf; Best Business Readiness diterima PT Allisha Gesang Sejahtera; Most Impactful & Replicable diterima Dalem Wangi; dan Best Growth Potential diraih Cumi Item Rasa Yang Berkah.
Salah satu penerima penghargaan, Nirbaya Mocaf, merupakan UMKM yang diinisiasi Lapas Nirbaya di Nusakambangan. Usaha itu melibatkan warga binaan lapas untuk membuat beraneka produk olahan dari singkong.
Produk yang dihasilkan mulai dari tepung mocaf, gula dari kulit singkong yang kemudian diolah menjadi kombucha, sampai olahan ampas kulit singkong untuk pakan ayam petelur.
"Bahan singkong diambil dari wilayah Cilacap dan sekitarnya, termasuk kebun singkong yang ditanam sendiri oleh warga binaan. Kami beli harga sesuai yang ditetapkan pemerintah. Satu minggu produksi kami sampai 2 ton singkong. Tepung mocaf juga kami olah menjadi es krim, jadi 80% bahan es krim dari singkong," ujar Kalapas Nirbaya Nusakambangan, Helmi Najih.
Pangan Lokal Jadi Penopang Ekonomi Jateng
Staf Ahli Bidang Maritim Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Sugeng Santoso, menilai acara Lumbung Karya Indonesia sangat diperlukan untuk pengembangan UMKM. Tema yang diangkat kali ini berkaitan dengan pengolahan produk pangan lokal dan ketahanan pangan.
"Kami senang hadir ke sini untuk acara Lumbung Karya Indonesia ini, karena ada start up, ekonomi kreatif subsektor kuliner, dan UMKM. Tiga hal ini diharapkan dapat berkontribusi dalam perekonomian. Apalagi di Jawa Tengah ini industri pengolahan, pertanian, dan perdagangan menjadi penopang," kata Sugeng.