SLAWI — Kerusakan PJU paling parah terpantau di ruas jalan Bumijawa-Gupakan serta Jalan Lingkar Bumijawa. Dua jalur tersebut merupakan akses nadi perekonomian yang menghubungkan antarwilayah desa dan kecamatan dengan tingkat mobilitas tinggi.
Ketua Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Tegal, Nuridin, menyoroti kondisi tersebut saat ditemui di Kantor DPRD Kabupaten Tegal. Menurut dia, PJU yang sudah terpasang tetapi mati harus segera ditangani.
"PJU yang sudah ada tetapi mati harus segera diperbaiki. Jangan sampai masyarakat harus melintas dalam kondisi jalan gelap," tegas Nuridin di Kantor DPRD Kabupaten Tegal, Senin (28/9/2026).
Jalur Bumijawa-Tuwel Berada di Wewenang Pemprov Jateng
Persoalan serupa terjadi di ruas jalan Bumijawa-Tuwel. Jalur strategis yang menghubungkan warga Bumijawa menuju Kecamatan Bojong hingga Slawi ini merupakan wewenang Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan belum sepenuhnya tersentuh fasilitas PJU.
Minimnya penerangan di jalur tersebut menjadi ancaman tersendiri, terutama bagi warga yang beraktivitas pada malam atau dini hari. Sebagai wakil rakyat dari Dapil V yang meliputi Bumijawa, Bojong, dan Jatinegara, Nuridin mendesak gerak cepat pihak berwenang sesuai porsi kewenangan masing-masing.
Usulan Lampu Tenaga Surya untuk Titik Tanpa Jaringan Listrik
Guna mengatasi keterbatasan infrastruktur, Nuridin mengusulkan penggunaan Penerangan Tenaga Surya (PTS). Teknologi ini dinilai praktis untuk menjangkau titik-titik yang belum terhubung jaringan listrik.
"Kalau memungkinkan, saya usulkan menggunakan lampu tenaga surya. Lebih ekonomis dan bisa menjadi solusi untuk ruas jalan yang belum memiliki PJU," sarannya.
Selain soal biaya, PTS disebut lebih ramah lingkungan dibanding PJU konvensional yang bergantung pada pasokan listrik jaringan. Usulan ini menyasar ruas-ruas jalan pegunungan yang selama ini sulit dijangkau infrastruktur kelistrikan.
PJU Dinilai Menyangkut Nyawa, Bukan Sekadar Estetika
Nuridin mengingatkan bahwa PJU bukan fasilitas pelengkap estetika kota. Keberadaannya menyangkut nyawa, rasa aman, serta kenyamanan masyarakat di jalan raya.
"Jangan sampai jalan yang setiap hari menjadi urat nadi mobilitas warga justru berubah menjadi jalur gelap ketika malam datang," tandasnya.
Hingga keterangan itu disampaikan, belum ada pernyataan resmi dari Pemkab Tegal maupun Pemprov Jawa Tengah soal jadwal perbaikan PJU di wilayah Bumijawa. Warga yang melintas pada malam hari diminta tetap berhati-hati selama penerangan belum pulih.