JAWA TENGAH — Mercedes-Benz mengamankan hak akses prioritas atas sel baterai solid-state Gen4 milik ProLogium lewat perjanjian pengujian bersama yang diumumkan pekan ini. Kesepakatan ini memperpanjang kerja sama keduanya yang sudah berjalan hampir sepuluh tahun, sejak 2016. Baterai Gen4 diklaim mampu mengisi daya dari 5% ke 80% hanya dalam 6,4 menit.
ProLogium Holding mengonfirmasi perjanjian tersebut melalui pengumuman resmi perusahaan. Mercedes-Benz akan menguji performa listrik, termal, dan keselamatan sel baterai Gen4 Superfluidized Inorganic Lithium Ceramic Battery di sejumlah institusi pengujian eksternal yang terspesialisasi. Pengujian ini menjadi tahap krusial sebelum teknologi tersebut masuk ke jalur produksi massal.
Klaim Energi 400 Wh/kg dan Pengisian 6,4 Menit
Platform baterai Gen4 dirancang untuk menjawab dua hambatan terbesar solid-state battery selama ini: manufaktur yang bisa diskalakan dan struktur biaya yang kompetitif. ProLogium mengeklaim sel Gen4 mencapai kepadatan energi hingga 400 Wh/kg.
Arsitektur baterai ini memakai elektrolit anorganik yang tidak mudah terbakar, separator keramik, dan mekanisme keselamatan proprietary ProLogium. Kombinasi tersebut mendukung pengisian cepat, output daya tinggi, dan performa yang tetap stabil di suhu dingin.
Laporan uji pihak ketiga dari TÜV menunjukkan sel format besar 185,4 Ah generasi 3.5 milik ProLogium mencapai kepadatan energi gravimetrik 381 Wh/kg. Angka itu menjadi pembanding konkret untuk klaim performa Gen4.
Dari Sel Pouch sampai Teknologi Bi-Polar
Mercedes-Benz dan ProLogium sudah memvalidasi sejumlah format baterai lithium ceramic selama hampir satu dekade. Keduanya menguji sel pouch, sel prismatik generasi berikutnya, hingga teknologi Bi-Polar milik ProLogium.
Perjalanan itu dimulai dari baterai hybrid-solid-state pada 2016, sebelum akhirnya sampai ke sel Gen4 yang diklaim jauh lebih matang secara teknis.
Pabrik GWh di Taiwan dan Dunkirk
ProLogium membuka gigafactory kelas GWh pertamanya di Taiwan pada Mei 2024. Perusahaan asal Taiwan itu juga menggelar peletakan batu pertama untuk gigafactory kedua di Dunkirk, Prancis, pada Februari lalu.
Fasilitas Dunkirk dijadwalkan mencapai kapasitas produksi tahunan 4,0 GWh setelah tahap pertama rampung, dengan target bertahap hingga 2030. Jika beroperasi penuh, pabrik itu mampu memproduksi hingga 44 GWh per tahun. ProLogium menyatakan sel Gen 3.5 Lithium Ceramic Battery kini sudah masuk produksi massal di fasilitas Taiwan.
Mercedes-Benz Pasang Target EV Solid-State 2030
Mercedes-Benz menargetkan meluncurkan kendaraan listrik produksi pertamanya yang memakai baterai solid-state pada 2030. Pabrikan Jerman itu juga menjalin kerja sama dengan Factorial Energy asal Amerika Serikat.
Pada September tahun lalu, Mercedes mengumumkan bahwa EQS modifikasi berhasil menempuh lebih dari 745 mil (1.200 km) dalam sekali pengisian daya menggunakan 106 sel baterai solid-state Factorial.
Sejumlah pabrikan lain bergerak lebih agresif. BYD dari China berencana memperkenalkan EV berbaterai solid-state pertamanya pada 2027, lebih cepat dari target Mercedes-Benz.
ProLogium Melantai di Nasdaq Lewat SPAC
ProLogium menandatangani merger bisnis dengan Translational Development Acquisition Corp, perusahaan cek kosong atau SPAC, untuk mencatatkan sahamnya di Nasdaq. Jika rampung sesuai jadwal pada akhir 2026, saham ProLogium akan diperdagangkan dengan kode PRLG.
Perusahaan itu menyebut dirinya sebagai satu-satunya di dunia yang bisa mendemonstrasikan lini produksi massal baterai solid-state secara terbuka. Akses ke pasar modal Amerika Serikat diharapkan menopang fase komersialisasi berikutnya.