Pencarian

Susu Segar Rumah Susu Indonesia Kadirejo Pasok 6 SPPG di Kabupaten Semarang, Disukai Siswa MBG

Jumat, 25 September 2026 • 06:16:31 WIB
Susu Segar Rumah Susu Indonesia Kadirejo Pasok 6 SPPG di Kabupaten Semarang, Disukai Siswa MBG
Siswa TK menerima susu segar produksi Rumah Susu Indonesia dalam program MBG di Kabupaten Semarang.

PABELAN — Kepala TK Harapan Desa Semowo, Eli Sulistiani, menyebut anak-anak di sekolahnya sudah mengonsumsi susu produksi Rumah Susu Indonesia selama sekitar empat bulan. Menurut dia, para siswa menyukai susu tersebut karena rasanya enak, segar, serta kadar gulanya rendah.

"Alhamdulillah kalau susu dari Rumah Susu Indonesia Kadirejo ini sangat disukai anak-anak. Rasanya juga enak, berkualitas bagus dan kadar gulanya rendah," kata Eli, Kamis (24/9/2026).

Orang tua siswa, kata Eli, juga memberi respons positif. Mereka menilai susu tersebut lebih segar dibandingkan susu kemasan dan mendukung pemberian susu dengan kadar gula rendah.

Susu Mulai Diberikan Sejak Awal Tahun Ajaran Baru

Kepala SD Negeri Kadirejo 03, Rokhaniah, mengatakan susu tersebut mulai diberikan kepada siswa sejak awal tahun ajaran baru, 13 Juli 2026. Menurut dia, susu produksi Rumah Susu Indonesia punya rasa segar dan tidak membuat enek.

"Kalau menurut saya pribadi, lebih enak susu yang ini. Rasanya segar dan tidak terlalu enek," katanya.

Rokhaniah menilai penggunaan susu produksi Rumah Susu Indonesia dalam MBG sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap produk lokal.

Respons Siswa: "Enak" dan Berharap Terus Diberikan

Salah satu siswi kelas VI, Fahira, mengaku menyukai susu yang diterimanya melalui program MBG. "Enak," kata Fahira ketika ditanya mengenai rasa susu tersebut.

Saat ditanya apakah berharap susu tersebut tetap diberikan dalam menu MBG, Fahira menjawab singkat, "Terus."

Kapasitas Produksi 24.000 Cup per Hari, Butuh 3 Ton Susu

Pimpinan Rumah Susu Indonesia, Riyadi, mengatakan produk susu segar yang diproduksinya saat ini telah dipasok ke enam SPPG. Setiap SPPG rata-rata melayani sekitar 2.000 hingga 2.600 penerima manfaat.

"Untuk saat ini sudah ada enam SPPG yang kita layani dari Rumah Susu ini," ujar Riyadi yang juga Kepala Desa Kadirejo, Kamis (24/9/2026).

Dari sisi kapasitas, Rumah Susu Indonesia mampu mengolah hingga 24.000 cup per hari apabila seluruh mesin dioperasikan maksimal. Kapasitas tersebut membutuhkan bahan baku sekitar tiga ton susu per hari.

"Kalau kita maksimalkan mesin ini, sebenarnya bisa 24.000 cup per hari. Artinya kebutuhan bahan bakunya tiga ton per hari," pungkas Riyadi.

Serap Susu Peternak Lokal Getasan

Penggunaan susu segar dalam program MBG tidak hanya memenuhi kebutuhan tambahan gizi siswa, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membantu peternak sapi perah. Riyadi menyebut hal itu sejalan dengan arahan Badan Gizi Nasional (BGN) agar program MBG turut menyerap produk peternakan lokal.

"Ini sesuai arahan dari Kepala BGN Pak Sudaryono, dalam rangka membantu peternak dalam hal susu. Untuk MBG juga diarahkan menggunakan susu segar yang minimal 80 persen kandungan susunya," katanya.

Riyadi menegaskan, produk yang diolah Rumah Susu Indonesia menggunakan 100 persen susu murni. Untuk memenuhi kebutuhan bahan baku, pihaknya bekerja sama dengan koperasi di wilayah Getasan, Kabupaten Semarang.

"Kita kerja sama dengan koperasi di sana yang membina kelompok-kelompok tani dan juga peternak susu sapi perah," ujarnya.

Follow www.semarang24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jatengpos.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks