MotoGP Mandalika 2026 Serap 9.000 Pekerja Lokal, 140 Ribu Tiket Ludes

Penulis: Joko Purnomo  •  Sabtu, 10 Oktober 2026 | 13:52:01 WIB
Pekerja lokal beraktivitas di kawasan Sirkuit Mandalika saat penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.

JAWA TENGAH — Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Mandalika, Nusa Tenggara Barat, menyerap lebih dari 9.000 pekerja lokal dan mencatat 140 ribu tiket terjual. PT Pertamina (Persero) menilai ajang balap internasional ini memperkuat ekosistem sport tourism sekaligus menggerakkan UMKM di Lombok dan sekitarnya.

Pertamina menegaskan penyelenggaraan MotoGP Mandalika bukan sekadar perhelatan balap. Ajang yang berlangsung di Sirkuit Mandalika itu melibatkan kolaborasi sejumlah BUMN dengan dukungan Danantara, meliputi Pertamina, InJourney, dan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Kolaborasi itu dirancang agar manfaat ekonominya bisa dirasakan langsung masyarakat Indonesia, bukan hanya kalangan penyelenggara.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron menyatakan penyelenggaraan MotoGP Mandalika membuka peluang ekonomi bagi warga setempat. Pertamina, katanya, terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mendorong pengembangan UMKM dan memperluas dampak ekonomi dari ajang internasional tersebut.

UMKM dan Homestay Ikut Bergeliat

Baron menyebut aktivitas usaha masyarakat di sekitar Mandalika meningkat selama event berlangsung. Wisatawan mulai melirik homestay warga, sementara pembangunan hotel melalui pengembangan kawasan oleh Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) turut membuka peluang baru bagi penduduk untuk terlibat dalam kegiatan ekonomi berbasis pariwisata.

"Dengan adanya Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 ini, maka kita juga menggiatkan kembali UMKM. UMKM di lokasi tadi sudah sangat meningkat dengan adanya event ini," kata Baron dalam konferensi pers Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Mandalika, NTB, Sabtu (10/10/2026).

Dari sisi ketenagakerjaan, lebih dari 9.000 orang terlibat dalam penyelenggaraan MotoGP Mandalika. Menurut Baron, keterlibatan pekerja lokal itu menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem sport tourism yang menghubungkan kegiatan olahraga dengan sektor pariwisata dan usaha masyarakat.

"Nah, ini sebenarnya juga melibatkan banyak pekerja lokal. Jadi ini pekerja lokal yang terlibat dalam event ini luar biasa, mungkin lebih dari 9.000 orang terlibat. Nah, itu melibatkan masyarakat lokal. Dan mereka juga dilibatkan juga dalam beberapa UMKM yang sedang berjalan," ujarnya.

140 Ribu Tiket Terjual, Antusiasme Penonton Tinggi

Berdasarkan informasi dari ITDC dan InJourney, sebanyak 140 ribu tiket MotoGP Indonesia 2026 telah terjual. Baron menilai antusiasme penonton dan keterlibatan masyarakat dalam kegiatan UMKM sebagai bagian dari perkembangan ekosistem yang terbentuk di sekitar penyelenggaraan MotoGP.

"Jadi ini kita berharap menjadi satu ekosistem yang baik untuk sport tourism," kata VP Corcom Pertamina ini.

Pertamina Patra Niaga mengambil peran tersendiri dalam menggerakkan ekonomi masyarakat. Vice President Corporate Communications PT Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora menyampaikan, perusahaan menghadirkan 32 UMKM di booth perusahaan untuk membantu perekonomian masyarakat di Lombok dan wilayah NTB.

Pasokan Energi dan LPG untuk Pelaku Usaha

Dukungan Pertamina Patra Niaga mencakup penyediaan 125 tabung LPG Bright Gas 5,5 kilogram melalui pemerintah daerah setempat untuk memenuhi kebutuhan pelaku UMKM selama event. Kitty menjelaskan kebutuhan LPG meningkat seiring bertambahnya aktivitas di sektor pariwisata, termasuk restoran, perhotelan, dan usaha kuliner.

Untuk menjaga kelancaran distribusi bahan bakar, Pertamina Patra Niaga menyiagakan tujuh SPBU dengan pasokan tambahan dan prioritas dari Integrated Terminal Ampenan. Ketujuh SPBU itu beroperasi 24 jam melayani konsumen, wisatawan, dan pengunjung MotoGP.

Pertamina Patra Niaga juga memasok Pertamax Turbo sebagai bahan bakar resmi safety car pada Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Pasokan itu menjadi bagian dari penyediaan produk energi Pertamina untuk menunjang kebutuhan operasional ajang balap internasional tersebut.

Bagi Pertamina, gelaran MotoGP Mandalika menjadi ujian bagaimana sebuah event olahraga bisa dirangkai dengan pengembangan ekonomi kawasan. Jika ekosistem sport tourism di Mandalika terus matang, dampaknya tidak berhenti di tiga hari balapan — tetapi pada kesiapan UMKM, homestay, dan tenaga kerja lokal menghadapi kunjungan wisatawan sepanjang tahun.

Reporter: Joko Purnomo
Sumber: ekonomi.republika.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top