JAWA TENGAH — Meta resmi menghadirkan aplikasi kecerdasan artifisial Muse untuk iPad, memperluas jangkauan perangkat setelah sebelumnya hanya tersedia di iPhone. Perusahaan intelijen pasar Sensor Tower memperkirakan Muse telah menembus lebih dari 6,6 juta unduhan sejak dirilis di iOS dan Android pada 8 September 2026. Ekspansi ke tablet ini menandai langkah Meta memperkuat posisinya di pasar asisten AI konsumen yang semakin kompetitif.
Meta menambahkan iPad ke dalam daftar perangkat yang mendukung aplikasi Muse. Langkah ini diambil sekitar sebulan setelah aplikasi tersebut pertama kali hadir untuk pengguna iPhone. Versi iPad membawa fungsi yang sama seperti versi ponsel, termasuk kemampuan menghubungkan berbagai akun layanan digital pengguna.
Muse merupakan aplikasi AI konsumen yang memungkinkan pengguna menautkan akun mereka untuk memantau surel, rapat, tagihan, dan berbagai keperluan lain. Agen AI di dalamnya dapat membantu menyelesaikan tugas-tugas harian atas perintah pengguna, mulai dari menyusun agenda hingga melakukan pembelian.
Agen AI Muse dirancang untuk menjalankan tugas spesifik berdasarkan instruksi pengguna. Beberapa kemampuan yang ditawarkan mencakup reservasi restoran, pemesanan bahan makanan, penyusunan agenda harian, hingga pembelian barang secara langsung.
Pengguna memegang kendali penuh atas layanan mana yang ingin dihubungkan. Setiap koneksi memerlukan pemberian akses kepada agen AI untuk melakukan aktivitas tertentu pada akun yang ditautkan. Dengan begitu, cakupan tindakan agen AI tetap terbatas sesuai izin yang diberikan.
Bersamaan dengan peluncuran versi iPad, Meta memperbarui daftar konektor Muse dengan menambahkan sejumlah mitra baru. Nama-nama yang masuk antara lain Asana, Canva, Dropbox, Figma, QuickBooks, GitHub, Klaviyo, dan Zoom.
Penambahan mitra ini memperluas jenis tugas yang bisa ditangani agen AI, dari manajemen proyek dan desain hingga pembukuan serta komunikasi tim. Meta juga telah memasukkan Best Buy, Gap, Sephora, Walmart, dan Wayfair ke dalam daftar mitra belanja.
Lewat kerja sama tersebut, agen AI dapat berbelanja di situs pengecer-pengecer itu dan menyelesaikan transaksi atas nama pengguna. Model belanja berbasis agen ini menjadi salah satu area yang paling agresif dikembangkan Meta di Muse.
Penggunaan agen AI untuk berbelanja di situs web masih menghadapi hambatan teknis. Sejumlah situs mengidentifikasi agen AI sebagai bot dan memblokir aksesnya, sehingga transaksi gagal di tengah proses.
Untuk mengatasi persoalan itu, Meta mengumumkan kerja sama dengan sejumlah mitra industri guna mengembangkan standar terbuka. Standar ini memungkinkan agen AI diidentifikasi oleh sistem web secara jelas.
Tujuannya, situs web dapat membedakan agen AI yang digunakan secara sah oleh pengguna dari bot yang berpotensi mengganggu layanan mereka. Jika standar ini diadopsi luas, transaksi berbasis agen AI berpeluang berjalan lebih lancar di berbagai platform.
Angka 6,6 juta unduhan dalam waktu sekitar sebulan menunjukkan adopsi awal Muse berjalan cepat. Pencapaian itu diraih di tengah persaingan asisten AI konsumen yang semakin padat, baik dari pemain besar maupun startup.
Bagi pengguna Indonesia, ketersediaan Muse di iPad membuka opsi baru untuk mengelola tugas harian lewat agen AI. Namun, fitur belanja dan konektor mitra biasanya memiliki jadwal ketersediaan berbeda per region, sehingga perlu dicek langsung di aplikasi.
Meta belum mengumumkan jadwal rollout resmi Muse untuk pasar Indonesia. Perkembangan berikutnya yang layak dicermati adalah sejauh mana standar identifikasi agen AI diadopsi oleh situs web global.