JEPARA — Kotoran ternak sapi di sejumlah desa di Kecamatan Kembang, Jepara, kini tidak lagi berakhir sebagai limbah. Warga penerima bantuan instalasi biogas mengolahnya menjadi gas untuk memasak, sekaligus memanfaatkan ampasnya menjadi pupuk dan media tanam.
Pengembangan itu berjalan lewat program Gebrak Bio yang digarap Cabang Dinas ESDM Wilayah Kendeng Muria, Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah, dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Jepara.
Kepala Cabang Dinas ESDM Wilayah Kendeng Muria, Diana Kristina, menyebut bantuan instalasi biogas dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah disalurkan sejak 2020 hingga 2026. Total ada 41 instalasi yang diterima kelompok masyarakat di sejumlah wilayah Jepara.
"Dari program biogas yang ada itu akan menghasilkan gas yang digunakan untuk memasak. Jadi kotoran ternak tidak hanya menjadi limbah, tetapi bisa menghasilkan energi untuk kebutuhan rumah tangga," ujar Diana saat ditemui di sela kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) di Desa Bucu, Kecamatan Kembang, Selasa (6/10/2026).
Menurut Diana, pemanfaatan instalasi biogas selama ini lebih banyak pada penggunaan gasnya. Ampas atau bio-slurry yang keluar setelah proses produksi biogas belum dikelola secara maksimal.
Kondisi itulah yang menjadi sasaran program Gebrak Bio. Masyarakat penerima instalasi diberi pelatihan untuk mengolah sisa proses tersebut menjadi produk yang masih bisa dimanfaatkan dan memiliki nilai ekonomi.
"Kami membimbing dan mengajari bagaimana mengelola ampas biogas agar bisa menjadi produk yang bernilai ekonomi. Harapannya bisa menjadi pupuk, pupuk cair, atau media tanam," jelasnya.
Percobaan pengolahan ampas biogas untuk pertama kalinya dilakukan di tiga desa di Jepara, yakni Desa Bucu, Desa Sumanding, dan Desa Cepogo, semuanya di Kecamatan Kembang.
Pemanfaatan bio-slurry juga berkaitan dengan keberlangsungan instalasi biogas. Dengan adanya produk turunan yang bisa dimanfaatkan atau memiliki nilai jual, warga diharapkan terdorong terus mengoperasikan dan merawat instalasi yang telah dibangun.
Salah satu contoh keberlanjutan terlihat di Kelompok Tani Makmur II Desa Bucu. Instalasi biogas di kelompok tani tersebut diberikan sejak 2023 dan hingga kini masih terus beroperasi.
"Di Bucu ini kami berikan sejak 2023, tidak pernah berhenti beroperasi. Tandanya ada semangat, ada local champion, ada yang benar-benar mau memanfaatkan program ini," sebut Diana.
Dengan pola pengelolaan yang sama, Dinas ESDM Jawa Tengah berharap instalasi biogas di desa-desa lain bisa bertahan lebih lama dan menghasilkan produk turunan yang menambah pendapatan rumah tangga peternak.