WONOGIRI — Kapten Inf Siswanto menyatakan pembangunan sumur bor merupakan bagian dari upaya membantu masyarakat yang menghadapi kesulitan air, terutama saat musim kemarau panjang. Bantuan tersebut, katanya, berasal dari program Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.
"Bantuan ini merupakan program dari Kasad, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, sebagai wujud kepedulian TNI AD kepada masyarakat. Semoga sumur bor ini bermanfaat dan membawa berkah bagi seluruh warga," ujar Kapten Inf Siswanto.
Tim pengeboran harus masuk hingga kedalaman 52 meter sebelum akhirnya menemukan sumber air dengan debit yang dinilai cukup untuk dimanfaatkan warga sehari-hari. Proses pengerjaan berlangsung sekitar satu minggu sebelum sumur dinyatakan siap digunakan.
Warga Dusun Sukoroyom Wetan sebelumnya harus berjalan cukup jauh atau membeli air menggunakan tangki untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Kondisi itu kian memberatkan ketika kemarau berlangsung panjang.
Kepala Desa Pucanganom Sukino mengapresiasi bantuan Mabesad dan jajaran Kodim 0728/Wonogiri. Menurutnya, sumber air baru itu menjawab kebutuhan yang selama ini dipenuhi dengan cara mengambil air dari lokasi lebih jauh atau membeli air tangki.
"Ini adalah hadiah yang sangat berharga bagi warga kami," ungkap Sukino.
Keberadaan sumur bor membuat warga kini memiliki sumber air yang lebih dekat dengan permukiman. Tasyakuran ditutup dengan doa bersama dan pemotongan tumpeng sebagai bentuk syukur atas selesainya pembangunan.
Dengan kedalaman 52 meter, sumber air tersebut diharapkan terus dimanfaatkan warga untuk kebutuhan sehari-hari dan mengurangi persoalan air bersih yang muncul setiap musim kemarau.