Kemarau Panjang di Demak: 338 Hektare Padi Kering, 385 Tangki Air Disalurkan ke 37 Desa

Penulis: Faizal Ramadhan  •  Minggu, 04 Oktober 2026 | 08:46:01 WIB
Rapat koordinasi lintas sektor di Demak memetakan krisis air bersih, kekeringan pertanian, dan potensi gangguan keamanan selama kemarau.

DEMAK — Rapat Koordinasi Lintas Sektor di Ballroom Lantai 1 Gedung C Setda Demak memetakan tiga persoalan sekaligus: krisis air bersih, kekeringan lahan pertanian, dan potensi gangguan keamanan selama musim kemarau. Kekeringan tanaman padi tersebar di Kecamatan Bonang seluas 130 hektare dan Kecamatan Karangtengah 208 hektare.

Bupati Demak Eisti'anah menyebut kemarau yang berlangsung cukup panjang menuntut kesiapsiagaan semua pihak. Warga diminta menghemat air untuk kebutuhan sehari-hari. Para petani juga diimbau menyesuaikan pola tanam dengan kondisi ketersediaan air.

"Sinergi dan kesiapsiagaan seluruh pihak harus terus diperkuat agar setiap kejadian dapat ditangani dengan cepat dan tepat," ujar Eisti'anah, Kamis (1/10/2026).

Air Bersih Menjangkau 37 Desa, 385 Tangki Sudah Disalurkan

Data Pemkab Demak menunjukkan distribusi air bersih telah menyentuh 37 desa. Total 385 tangki air disalurkan atau setara sekitar 1,925 juta liter. Dropping air bersih menyasar desa-desa yang sumurnya mengering akibat kemarau.

Pemkab meminta petani tidak memaksakan pola tanam lama saat pasokan air menipis. Penyesuaian jadwal tanam dinilai lebih efektif menekan kerugian dibanding terus mengandalkan irigasi yang debitnya menyusut.

Bakar Sampah Sembarangan Jadi Pemicu Kebakaran

Cuaca panas dan lingkungan kering membuat risiko kebakaran meningkat. Masyarakat diminta tidak membakar sampah sembarangan dan lebih berhati-hati dalam aktivitas yang memicu percikan api.

Kasdim 0716/Demak Mayor Arm Syarifudin Widianto menekankan pentingnya pemetaan wilayah rawan. Penghematan air, edukasi pencegahan kebakaran, komunikasi publik, dan koordinasi antarinstansi dinilai perlu terus dijalankan.

Wakapolres Soroti Tawuran Remaja di Tengah Kemarau

Wakapolres Demak Kompol Yuniarto Assidiq menyoroti potensi meningkatnya kekerasan remaja dan tawuran antarkelompok. Pencegahan, menurutnya, tidak bisa hanya mengandalkan aparat keamanan.

Pengawasan keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat harus diperkuat. Edukasi kepada pelajar menjadi bagian penting untuk mencegah keterlibatan remaja dalam aksi kekerasan maupun tawuran.

Rakor lintas sektor tersebut diikuti Pemkab Demak, TNI, Polri, pemerintah kecamatan, dan pemerintah desa. Koordinasi antarinstansi didorong terus diperkuat agar penanganan dampak kemarau berjalan cepat, mulai dari dropping air bersih hingga menjaga ketertiban lingkungan.

Reporter: Faizal Ramadhan
Sumber: jateng.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top