JAWA TENGAH — Mazda RX-7 FD 1995 dengan odometer hanya 19.000 mil muncul di situs lelang Bring A Trailer dan langsung menyedot perhatian kolektor. Unit ini masih dalam kondisi standar pabrik alias bone stock, lengkap dengan transmisi manual lima percepatan dan mesin rotary twin-turbo 13B-REW. Tawaran saat ini baru menyentuh 25.000 dolar AS, angka yang dipastikan melonjak jauh sebelum lelang ditutup.
RX-7 generasi ketiga yang dilelang ini bermesin twin-turbocharged Wankel 13B-REW berkapasitas 1,3 liter dengan tenaga 255 hp. Mobil berwarna putih dengan interior kulit hitam ini dirawat pemilik yang sama di Phoenix, Arizona, sejak 2003. Kondisi bodi dilaporkan bersih tanpa penyok atau goresan, sementara mekanik Mazda yang merawatnya menyebut mesinnya masih berjalan seperti baru.
Mesin 13B-REW mengandalkan sequential turbocharging, di mana turbo pertama mulai bekerja sekitar 1.800 rpm dan turbo kedua menyusul di 4.000 rpm. Kombinasi itu mendorong tenaga hingga redline 8.000 rpm. Mesin rotary menghasilkan tenaga di setiap siklus putaran rotor, bukan setiap dua siklus seperti mesin piston empat tak. Itulah sebabnya kapasitas 1,3 liter bisa mengeluarkan 255 hp.
Rotary juga punya komponen bergerak lebih sedikit. Rotor berputar hanya sepertiga dari kecepatan mesin, klaim Mazda soal daya tahan mesin jenis ini. Namun ada konsekuensi: mesin rotary dikenal boros oli dan bahan bakar.
Unit ini dipesan dengan paket Popular Equipment Group dari Mazda. Isinya mencakup power sunroof, jok kulit, lampu utama pop-up, lampu kabut, cruise control, dan AC. Pelek lima palang yang terpasang diduga masih unit orisinal. Transmisi manual lima percepatan dipadukan limited-slip differential.
Sejak 2003, mobil hanya disimpan di garasi dan sesekali dikendarai. Pemilik sebelumnya tinggal di Arizona, negara bagian yang jarang memakai garam jalanan saat musim dingin. Faktor itu membantu memperlambat korosi pada bodi dan sasis.
Mazda menjual RX-7 FD di Jepang sejak 1991 hingga awal 2000-an, termasuk versi terbatas Spirit R dan Type RZ. Di Amerika Serikat, FD hanya dipasarkan pada 1993 sampai 1995. Dari sekitar 70.000 unit yang terjual global, hanya sekitar 14.000 unit yang masuk ke pasar Amerika.
Bobot menjadi kunci karakter RX-7. Mazda menargetkan penurunan sekitar 200 pon dibanding generasi kedua, sehingga bobotnya bertahan di kisaran 2.800 pon. Hasilnya, akselerasi 0-60 mph bisa dicapai dalam waktu sekitar lima detik.
Hagerty menaksir RX-7 era 1990-an dalam kondisi baik bernilai sekitar 57.000 dolar AS, dan tren harganya terus naik. RX-7 FD memang sangat populer di kalangan tuner, sehingga harganya melambung lebih tinggi dibanding pesaing seangkatannya seperti Nissan 300ZX Turbo atau Mitsubishi 3000 GT VR4.
Sebagai konteks, RX-7 tahun terakhir di Amerika Serikat dijual dengan harga 38.000 dolar AS, setara 83.385 dolar AS dalam nilai uang 2026. Stiker jendela mobil ini menunjukkan harga jual 40.679 dolar AS pada 1995.
Sejak 2020, Classic Mazda mulai memasok sebagian suku cadang untuk RX-7 generasi kedua dan ketiga. Pasokan itu penting agar mobil klasik tetap bisa dijalankan, bukan sekadar dipajang di garasi.
Meski odometernya rendah, biaya perawatan tetap jadi pertimbangan. Salah satu solusi umum pemilik FD rotary adalah beralih ke turbo tunggal untuk menekan biaya dan menyederhanakan sistem twin-turbo berjenjang. Bagi kolektor, kombinasi odometer 19.000 mil, kondisi standar, dan riwayat perawatan di iklim kering Arizona membuat unit ini sulit dicari padanannya.