BOYOLALI — Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Boyolali Dwi Hari Kuncoro menyebut bantuan seragam kali ini menjangkau siswa dari delapan sekolah di dua kecamatan. Rinciannya, 492 siswa di Kecamatan Karanggede yang berasal dari dua SMP negeri dan dua SMP swasta, serta 427 siswa di Kecamatan Wonosegoro dari dua SMP negeri dan dua SMP swasta.
Untuk penyaluran di SMP Negeri 1 Karanggede terdapat 192 paket, sedangkan SMP Negeri 1 Wonosegoro menerima 252 paket.
"Hari ini jumlah total seragam yang dibagikan sebanyak 919 paket," kata Kuncoro.
Hingga Jumat, bantuan seragam gratis telah tersalurkan sekitar 45 persen di sembilan kecamatan. Wilayah yang sudah menerima meliputi Boyolali, Mojosongo, Juwangi, Kemusu, Karanggede, Wonosegoro, Wonosamodro, Cepogo, dan Selo.
Seragam untuk siswa kelas 1 SD dan kelas 7 SMP menjadi sasaran program ini. Sementara bantuan Lembar Kerja Siswa (LKS) bagi siswa SD dan SMP telah seluruhnya disalurkan pada 8 September 2026.
Pemkab Boyolali menargetkan seluruh seragam terdistribusi sebelum batas kontrak pada 5 Oktober. Tenggat itu menjadi acuan dinas pendidikan dalam menggenjot penyaluran ke kecamatan yang belum kebagian.
"Kami berupaya sebelum tanggal kontrak yaitu 5 Oktober seluruh seragam terdistribusi ke murid-murid kelas 1 SD dan 7 SMP," ujarnya.
Wakil Bupati Boyolali Dwi Fajar Nirwana berpesan kepada siswa agar rajin belajar, menghormati guru, berbakti kepada orang tua, serta peduli terhadap sesama dan lingkungan.
Program tersebut mendapat apresiasi dari pihak sekolah karena dinilai membantu meringankan beban orang tua dalam memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah.