SEMARANG — Aksi bakti sosial itu digelar Kamis (24/9/2026) di Kelurahan Jabungan, menyusul kondisi kekeringan yang kian parah memasuki Agustus akibat minimnya curah hujan. Warga di tiga rukun tetangga menjadi penerima manfaat: RT 1 sebanyak 51 KK, RT 2 sebanyak 49 KK, dan RT 3 sebanyak 35 KK.
Lurah Jabungan, M Chasani, menyebut krisis air bersih mulai dirasakan warganya sejak Juli 2026. Sumur-sumur warga mengering seiring kemarau yang tak kunjung usai.
Dua truk tangki air dikerahkan ke lokasi, masing-masing berkapasitas 8.000 liter. Total 16 ribu liter air bersih diperkirakan menutup kebutuhan rumah tangga warga selama satu hingga dua hari ke depan.
Bantuan diserahkan langsung kepada warga di RW 4. Ketua RW 4, Solikhin, menyampaikan terima kasih atas kepedulian para jurnalis dan Bidhumas Polda Jateng di tengah sulitnya mendapatkan pasokan air.
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Yuliyanto menegaskan kemitraan media dan Polri tidak berhenti pada pemberitaan.
"Wartawan bukan hanya hadir untuk memberitakan apa yang terjadi di masyarakat, tetapi juga dapat menjadi bagian dari kepedulian terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat," ujar Kombes Pol Yuliyanto.
Menurutnya, aksi sosial ini menunjukkan semangat gotong royong antara insan media dan kepolisian dalam merespons kesulitan warga.
Penyaluran air di Jabungan merupakan bagian dari gerakan lebih luas jajaran Polda Jateng menanggulangi dampak musim kemarau. Secara keseluruhan, Polda Jateng mencatat telah menyalurkan 5.714.000 liter air bersih ke berbagai wilayah terdampak di Jawa Tengah.
Untuk solusi jangka panjang, Ditreskrimsus Polda Jateng saat ini membangun sumur bor sedalam 60 meter di Kelurahan Jabungan. Sumur itu diharapkan menjadi sumber air mandiri yang berkelanjutan bagi warga, tidak lagi bergantung pada pasokan tangki saat kemarau datang.