JAWA TENGAH — Xiaomi Indonesia meluncurkan lini TV terbarunya, Xiaomi TV S Mini LED 2026, pada Selasa (11/8) di Jakarta. Produk ini menggantikan posisi seri S sebelumnya dengan membawa teknologi panel QD-Mini LED, yang secara teori menawarkan kontrol kecerahan lebih presisi dibanding LED konvensional. Kami mendapat kesempatan hands-on singkat dan mencatat beberapa hal penting sebelum Anda memutuskan menabung untuk TV ini.
Xiaomi menyiapkan lima pilihan ukuran untuk pasar Indonesia: 55, 65, 75, 85, dan satu varian terbesar yang belum disebutkan spesifikasinya. Andi Renreng, Marketing Director Xiaomi Indonesia, menyebut fleksibilitas ukuran ini untuk menjawab kebutuhan ruang yang berbeda-beda.
Dari pengamatan fisik, seluruh varian memakai frame logam tipis yang membuat bodi TV terlihat lebih premium dibanding generasi sebelumnya. Untuk urusan ketebalan, bezel-nya memang tipis, tapi bagian bawah masih cukup tebal karena menampung speaker dan modul TV.
Menariknya, Xiaomi memposisikan TV ini ganda: hiburan dan dekorasi. Saat tidak menonton, layar bisa menampilkan karya seni digital berkat Vivid Colour Engine dan Global Dimming Engine yang diklaim mereproduksi warna lebih presisi.
Klaim utama Xiaomi untuk TV ini ada pada teknologi QD-Mini LED. Secara teknis, panel ini menggabungkan Quantum Dot untuk reproduksi warna dan Mini LED untuk kontrol backlight yang lebih rapat. Hasilnya, hitam lebih pekat dan kontras lebih tinggi dibanding TV LED biasa.
Xiaomi menyebut dukungan Dolby Vision dan Dolby Atmos untuk pengalaman sinematik. Andriani, Product Marketing Xiaomi Indonesia, menambahkan bahwa kombinasi ini membuat TV S Mini LED 2026 menawarkan visual setara monitor studio profesional.
Perlu dicatat, klaim "setara monitor studio" ini masih perlu diuji lebih lanjut dengan alat ukur colorimeter. Untuk kesan awal, warna memang tampak kaya dan akurat, tapi akurasi warna biasanya bergantung pada kalibrasi pabrik yang bisa berbeda antar unit.
Bagi gamer, TV ini punya beberapa fitur yang langsung terasa: Game Boost, Variable Refresh Rate (VRR), dan refresh rate tinggi. Kombinasi ini mengurangi screen tearing dan membuat pergerakan kamera di game terasa lebih mulus.
Kami belum bisa mengukur angka refresh rate maksimal secara pasti karena TV masih dalam mode demo. Namun, kehadiran VRR adalah sinyal positif bahwa Xiaomi tidak main-main di segmen gaming — fitur ini biasanya baru hadir di TV kelas menengah ke atas.
Latensi input juga klaimnya rendah, meski angka pastinya tidak disebutkan. Untuk pengujian lebih lanjut, kami perlu waktu lebih lama memakai TV ini untuk game kompetitif dan melihat apakah ada input lag yang mengganggu.
Xiaomi menambahkan dukungan Google Cast dan Apple AirPlay, yang memudahkan pengguna menampilkan dokumen atau presentasi dari laptop ke layar besar secara nirkabel. Fitur ini praktis untuk work from home atau meeting dadakan di ruang keluarga.
Untuk kenyamanan mata, TV ini dibekali teknologi low blue light dan peredupan hybrid 20kHz yang diklaim mengurangi kedipan (flicker) yang tidak terlihat oleh mata. Ada juga penyesuaian kecerahan dan suhu warna otomatis.
Namun, perlu diingat: sertifikasi low blue light biasanya diukur dalam kondisi tertentu. Jika Anda sensitif terhadap layar, tetap disarankan mengatur kecerahan manual sesuai kondisi ruangan.
Xiaomi TV S Mini LED 2026 menunjukkan peningkatan signifikan di sektor layar dan fitur gaming. Teknologi QD-Mini LED berpotensi memberikan kualitas gambar yang jauh di atas harga kelas menengah — jika harganya kompetitif.
Untuk saat ini, rekomendasi kami: tunggu pengumuman harga resmi dan review mendalam dari kreator konten teknologi yang sudah memakai unit produksi massal. Jangan tergesa-gesa membeli berdasarkan klaim pemasaran semata, apalagi untuk pengeluaran puluhan juta rupiah.
TV ini jelas menarik untuk dipantau, terutama jika Anda sedang mencari TV besar dengan fitur gaming lengkap tanpa harus merogoh kocek ekstra untuk merk premium. Tapi keputusan akhir tetap ada di angka yang belum keluar itu.