JAWA TENGAH — Google Play Store kini memuat pesaingnya sendiri. Aptoide Games, platform distribusi game Android dari perusahaan asal Portugal, mulai bisa diunduh pengguna di Amerika Serikat. Peristiwa ini menandai perubahan besar dalam kebijakan distribusi aplikasi Android setelah bertahun-tahun Google memonopoli akses tersebut.
Ketersediaan Aptoide di Play Store merupakan dampak langsung dari putusan pengadilan Amerika Serikat pada 2024. Hakim Distrik AS James Donato memerintahkan Google membuka akses Play Store untuk kompetitor setelah sengketa hukum panjang dengan Epic Games, pengembang game Fortnite.
Perseteruan keduanya berakar dari penghapusan Fortnite dari Play Store dan App Store pada 2020. Google bahkan sempat memblokir OnePlus dan LG untuk menghadirkan game tersebut di luar Play Store. Kesepakatan antara Epic dan Google akhirnya tercapai, termasuk ketentuan yang mengizinkan toko aplikasi pihak ketiga masuk ke platform Google.
Aturan baru ini baru berlaku efektif sejak 22 Juli. Aptoide menjadi perusahaan pertama yang memanfaatkan celah regulasi tersebut, dan kemungkinan akan diikuti oleh pihak lain dalam waktu dekat.
Aptoide Games adalah toko aplikasi khusus yang berfokus pada game seluler. Sebelumnya, layanan ini hanya bisa diakses melalui pemasangan manual (sideloading) atau kerja sama pra-instal dengan produsen perangkat. Kini, pengguna di AS dapat mencarinya langsung di Google Play seperti aplikasi biasa.
"Lebih dari sepuluh tahun lalu, pengguna Android kehilangan kemampuan untuk menemukan toko aplikasi alternatif melalui Google Play," ujar CEO sekaligus salah satu pendiri Aptoide, Paulo Trezentos, dalam pengumuman resminya. "Hari ini, hal itu berubah. Pengguna mendapat lebih banyak pilihan, pengembang memperoleh peluang distribusi tambahan, dan Android menjadi ekosistem yang lebih terbuka dan kompetitif."
Kehadiran Aptoide di Play Store memberi pengembang game saluran distribusi baru tanpa harus bergantung sepenuhnya pada Google. Bagi pengguna, opsi ini menambah alternatif selain toko aplikasi bawaan perangkat mereka.
Google sendiri telah mengumumkan kesepakatan dengan Epic mencakup lebih banyak opsi pembayaran, program khusus untuk toko aplikasi terdaftar, serta penurunan biaya layanan dan program baru bagi pengembang.
Bagi pengguna Android di Indonesia, perubahan ini belum berdampak langsung karena ketersediaan Aptoide Games masih terbatas di AS. Namun, kebijakan baru Google ini berpotensi membuka jalan bagi toko aplikasi alternatif lain untuk masuk ke pasar yang lebih luas, termasuk Asia Tenggara, dalam beberapa bulan mendatang.